Flashfic apaan tuh??
May 12, 2007
Istilah flash fiction (selanjutnya saya singkat: flashfic) secara harfiah bisa berarti “cerita kilat”. Ada beberapa istilah untuk flash fiction seperti: cerpen pendek, sudden, bite-sized, postcard, minute, dan micro fiction. Di Perancis disebut dengan nouvelle.
Flashfic dapat diidentifikasi dengan: bentuk penceritaan yang terasa pendek. Dengan menekankan pada rasa maka tidak ada konsekuensi logis yang jelas mengenai difinisi flash fiction.
Karakteristik flashfic yang utama adalah: penggunaan kata yang efektif, alur cerita, dan kebebasan pembaca berimajinasi mengisi ruang-ruang kosong.
Flashfic bukanlah genre, flashfic dapat mengambil genre drama, misteri, horor dan lain-lain.
Flashfic memiliki kekuatan pengolahan kata seminim mungkin untuk menghasilkan efek imajinasi yang bebas, liar, dan inovatif dari pembacanya. Sehingga flashfic dapat terus berkembang mengikuti imaji si pembaca. Sehingga keterlibatan pembaca menjadi penting dalam mengolah sebuah karya flashfic menjadi karya yang hidup dan kaya akan makna.
Dikutip dari prakata “Jangan Berkedip“
**> saya tulis kembali dengan bahasa saya sendiri. Saya kurang sepakat dengan kalimat “…untuk menghasilkan efek sedramatis mungkin”. Karena menurut saya efek yang timbul tergantung dari pembaca itu sendiri. Dengan membiarkan imaji pembaca bebas, maka akan memunculkan efek yang variatif dan kaya akan makna bagi pembaca itu sendiri. Saya tidak meriew buku tersebut secara detail(isi), biarlah pembaca bermain dengan imajinasi bebasnya tanpa terpengaruh opini saya. Ayo membaca!!
Apa yang telah kulakukan?
May 12, 2007
Hmm… Pertanyaan itu menghampiriku ketika mata telah lelah menatap. Kejadian belakangan ini menuntunku pada satu lembaran baru dalam hidup yang beralaskan lembaran kusam masa laluku.
Bubi : hahaha… kanapa kamu mau dengan wanita segemuk itu?? are you lose your mind??
Me : Hehehe… nop, she just give what i need .
Bubi : apa yang dia berikan?? hahaha… (masih tertawa)
Me : gak banyak, tapi itu cukup memenuhi kebutuhanku…
Bubi : Apa gak ada yg laen? ya pilih2 dikit dunk? hahaha…(tetap tertawa)
Me : I’m just enjoy that moment… and i have no choices.
Bubi : Dan kamu jatuh cinta padanya?? hahaha… (masih tetap tertawa)
Me : Love is not that simple bro… Live more simple than Love… fiuh… (menghela nafas)
Bubi : Huahahahahaha…… (gak bisa berhenti tertawa)
Bubi : Ini giliran mu minum (menyodorkan sloki berisi absolute vodka, sambil tersenyum jumawa)
Aku terbangun dan menatap botol kosong. Disampingku terbaring wanita dengan wajah yang sangat tulus dan lelah. Jantungku berdetak kencang. Apa yang telah kulakukan??
Imajiku melayang tak terjangkau. Dia begitu nyata ada disampingku, dengan wajah yang tak jemu aku nikmati di setiap detik hidupku yang berlalu. Dan ketulusan telah mendera jiwaku agar menanti dia disini. Esok dia kan datang dan membawa ku terbang dalam imaji tak bertuan.
Dia begitu rapuh, untuk menyentuhnyapun aku tak berani. Tapi imajiku tak bertuan, bebas dan liar. Apa yang telah kulakukan?? Aku tersentak. Imajiku lenyap. Wajahmu yang tulus menghancurkannya.
Ibuku.
May 7, 2007
Ibu datang menghampiri dan menanyakan keadaanku, menawarkan makan, dan berlalu.
Ibu baru saja pulang dari pasar melewati rutinitasnya. Berjualan sayur demi menghidupi keluarga ini.
Ibu datang dengan sepiring nasi bercampur sayur daun ubi dan ikan teri. Tampak kelelahan menggelantung di wajahnya. Aku duduk dan menerima piring nasi itu, dan berkata “Terimakasih Me”. Sebuah kata yang sangat jarang aku sampaikan kepadanya. Ibu cuma menjawab “Air minum mu masih?”.
(Me singkatan dari Meme, Ibu dalam bahasa Bali)
Analogi Hidup dan Pohon
May 1, 2007
Bayangkan dunia ini adalah hutan yang luas dan ditumbuhi berbagai jenis pohon yang jumlahnya sama dengan jumlah manusia yang ada. Tuhan dengan sangat adil memberikan satu orang manusia satu pohon yang digunakan untuk bertahan hidup. Ada yang mendapat pohon pendek dengan buah yang sangat banyak, dan dengan mudah dapat diambil. Cukup dengan berdiri sudah bisa memetik buahnya.
Ada yang mendapat pohon kecil tinggi dan buahnya hanya terdapat diujung pohon yang tinggi. Untuk mendapatkan buahnya orang tersebut harus membuat alat bantu, karena bila pohon dipanjat akan rubuh dan mati.
Ada yang mendapat pohon besar dengan dahan yang kuat, dan buah yang berada diketinggian. Namun pohon itu dipenuhi semut merah yang bersarang didahannya.
Dan berbagai jenis pohon yang unik yang diberikan Tuhan kepada masing-masing manusia untuk hidup dan mencapai tujuannya. Bagaimana dengan pohonmu??
JIWA PEMBERONTAK
May 1, 2007
Manusia didifinisikan sebagai mahluk sosial dan mahluk individu. Sebagai mahluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dalam lingkungan sosial modern. Sebagai individu manusia ‘diharuskan’ menjadi sosok yang unik dan ekspresif.Manusia sebagai mahluk sosial hidup berdampingan dalam tatanan sosial kebudayaan yang dianut. Proses terbentuknya hubungan sosial tidak lepas dari perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia. Seiring perkembangan jaman, Tumbuhkan jiwa pemberontakmu, bertanyalah “mengapa seperti ini ?” Yogyakarta 22 Mei 2005 03.00 am *> Ni tulisan ketika masih jadi mahasiswa…..
manusia telah mulai menyadari arti keadilan dalam tatanan hirarki sosial. Dimana hubungan pola vertikal mulai ditinggalkan dan mulai perkembangan pola hubungan horisontal, dimana kesetaraan dan persamaan hak menjadi perhatian utama. Hal ini tidak hanya berubah pada golongan masyarakat, ras, dan religi namun juga pada jenis kelamin (gender). Perubahan pola hubungan sosial ini muncul karena adanya ‘jiwa pemberontak’ dalam setiap manusia yang menggerakan perlawanan terhadap nilai-nilai sosial yang dianut masyarakat yang dirasa diskriminatif. Kita dapat mengambil contoh ; Nelson Mandela penentang kebijakan apartaid dan Martin Luther King.
Sebagai penutup, kita telah melihat sekian banyak hasil dari jiwa pemberontak yang membentuk peradaban dan kebudayaan manusia modern sepeti sekarang. Contoh ; Peraturan yang adil, kemajuan teknologi, dan tatanan sosial kehidupan. Jiwa pemberontak yang ada dalam setiap individu manusialah yang mendorong dan menggerakan perubahan yang terjadi. Jiwa pemberontak ini kemudian “diplesetkan” menjadi “kreatif”, yang terdengar lebih positif namun memiliki akar yang sama yaitu pertanyaan “mengapa seperti ini ?”
Lawan dan rubahlah !
Inspirasi oleh: Romo Mangun


