JIWA PEMBERONTAK

May 1, 2007

Manusia didifinisikan sebagai mahluk sosial dan mahluk individu. Sebagai mahluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dalam lingkungan sosial modern. Sebagai individu manusia ‘diharuskan’ menjadi sosok yang unik dan ekspresif.

Manusia sebagai mahluk sosial hidup berdampingan dalam tatanan sosial kebudayaan yang dianut. Proses terbentuknya hubungan sosial tidak lepas dari perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia. Seiring perkembangan jaman, manusia telah mulai menyadari arti keadilan dalam tatanan hirarki sosial. Dimana hubungan pola vertikal mulai ditinggalkan dan mulai perkembangan pola hubungan horisontal, dimana kesetaraan dan persamaan hak menjadi perhatian utama. Hal ini tidak hanya berubah pada golongan masyarakat, ras, dan religi namun juga pada jenis kelamin (gender). Perubahan pola hubungan sosial ini muncul karena adanya ‘jiwa pemberontak’ dalam setiap manusia yang menggerakan perlawanan terhadap nilai-nilai sosial yang dianut masyarakat yang dirasa diskriminatif. Kita dapat mengambil contoh ; Nelson Mandela penentang kebijakan apartaid dan Martin Luther King.

Sebagai mahluk individu manusia sangat unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap individu akan sangat ekspresif tentang dirinya. Hal ini yang dikategorikan oleh para ahli dengan sifat, kepribadian, dan banyak istilah lain. Ekspresi manusia dapat melalui penampilan fisik, tingkah laku, nilai-nilai yang diyakini, dan setiap media dalam hidupnya adalah bentuk ekspresi individu. Dan ekspresi manusia sebagai mahluk individu akan selalu berubah, hal ini disebabkan adanya jiwa pemberontak dalam setiap individu yang selalu bertanya ‘mengapa seperti ini?’ dan manusia mencari sekaligus membentuk jati dirinya sebagai mahluk individu. Jiwa pemberontak inilah yang mendorong munculnya peradaban dan kebudayaan manusia seperti sekarang dimana kemajuan teknologi adalah salah satu hasil dari pemberontakan terhadap suatu keadaan. Sebagai contoh individu pemberontak adalah ; Soekarno, Romo Mangun, Soe Hok Gie dan lain-lain.
Sebagai penutup, kita telah melihat sekian banyak hasil dari jiwa pemberontak yang membentuk peradaban dan kebudayaan manusia modern sepeti sekarang. Contoh ; Peraturan yang adil, kemajuan teknologi, dan tatanan sosial kehidupan. Jiwa pemberontak yang ada dalam setiap individu manusialah yang mendorong dan menggerakan perubahan yang terjadi. Jiwa pemberontak ini kemudian “diplesetkan” menjadi “kreatif”, yang terdengar lebih positif namun memiliki akar yang sama yaitu pertanyaan “mengapa seperti ini ?”

Tumbuhkan jiwa pemberontakmu, bertanyalah “mengapa seperti ini ?”
Lawan dan rubahlah !

Yogyakarta 22 Mei 2005 03.00 am

*>

Ni tulisan ketika masih jadi mahasiswa…..

Belom sempat publish jadi sekarang aja (better late than never..hehehe….)
Inspirasi oleh: Romo Mangun

3 Responses to “JIWA PEMBERONTAK”

  1. Anonymous said

    pemberontakkk…..bersuara!!!!!
    hanya ada satu kata LAWAN

  2. puisitakbertuhan said

    “jiwa pemberontak”
    hmmm….jadi nge-link ke kahlil gibran!
    temanku yang satu ini sensi sekali ternyata!
    hahahaaha……

Leave a Reply