Saya Seorang Pemalas !!

July 31, 2007

Kenapa Blog ini jarang di update dan isinya Tidak konsisten??
Judul tulisan diatas adalah jawabannya. Meminjam Artikel Enda N. Tentang pengakuan seorang pemalas. Dan saya mengaku saya juga seorang pemalas!!

Ya saya seorang pemalas, keahlian saya adalah membuang-buang waktu.

Oya jangan salah, tidak ada yang tahu tentang hal ini, tidak teman kerja saya, tidak boss saya. Sepengetahuan saya, semua orang menyangka saya seorang yang normal. Tapi mereka salah.

Kuncinya adalah, cukup mengerjakan pekerjaan yang benar-benar harus disaat yang benar-benar penting. Di luar itu, jangan kerja! Cukup duduk manis di depan komputer, berpakaian rapih dan terlihat sibuk.

Saya bukan orang yang bodoh, justru karena saya pintar maka saya malas dan menerima tawaran pekerjaan ini (saya terlalu malas buat ngirim-ngirim lamaran).

Saya malas kuliah dulu, tapi didaftarkan oleh orang tua saya. Saya lulus karena berpegang pada prinsip kemalasan saya tadi, mengerjakan hanya hal yang harus dikerjakan.

Ya saya seorang pemalas, dan saya tidak sendirian.

Sudah dengar cerita tentang lomba malas sedunia? Intinya kira-kira begini.

Tiga pemenang lomba malas sedunia diwawancara dalam sebuah talk show.

Juara 3 ternyata ditempati oleh orang yang tidak makan dan minum selama 12 hari karena untuk makan saja dia MALAS. Juara 2 ditempati oleh orang yang tidak buang air besar selama sebulan, dan menurut pengakuannya, itu dia lakukan karena dia MALAS.

Dan ketika kamera beralih ke juara 1, ternyata sang pemenang sedang menangis tersedu-sedu.

“Kenapa?”, tanya si pembawa acara, “Kok malah sedih? Harusnya Anda senang dong menjadi juara 1.”

“Oh bukan itu, saya senang kok juara. Ini ANU saya kejepit di resleting”, jawabnya sambil terus tersedu-sedu.

“Loh!? Terus kenapa tidak dibuka?”, tanya pembawa acara keheranan.

“Abis saya malaass”.
Dunia penuh oleh para pemalas, bukankah pepatah mengatakan laziness is the mother of all invention?

Orang malas jalan, maka diciptakanlah mobil, orang malas membuat tabel dan menghitung dengan sipoa maka terciptalah Excel, orang malas memasak maka terciptalah instant food dan microwave.

Tanpa para pemalas, dunia ini akan tetap di jaman batu.

Jadi tidak ada yang salah dengan berlaku malas. Mungkin saya akan menciptakan sesuatu, mungkin sebuah robot yang persis saya yang akan mengerjakan segala sesuatu yang harus saya kerjakan.

Ya saya seorang pemalas, dan utopia saya adalah dunia penuh robot dimana saya bisa hidup di dalam mesin mimpi.

“Apakah kamu bahagia?”, kamu mungkin bertanya, “bukankah kebahagiaan, salah satunya datang dari rasa kepuasaan disaat kamu mengerjakan sesuatu, disaat kamu tahu ada hasil dari yang kamu kerjakan, ada reward, perasaan puas (wekdor)?”

Oh terima kasih, tapi saya tidak punya waktu (!) untuk memikirkan kebahagiaan saya cukup sibuk mempertahankan kemalasan saya.

Saya cukup senang (apakah bahagia itu senang? bukan, senang itu hitut dina se’eng) dengan hidup saya sekarang.

Di akhir sebuah hari, jika saya berhasil tidak mengerjakan apa-apa di hari itu maka saya akan merayakan hari tersebut dengan makan malam yang enak dan menghibur diri dengan cara apapun.

Kadang sendiri, kadang dengan teman yang tidak merepotkan atau dengan pacar yang tidak menyusahkan, tapi seringkali sendiri. Orang lain adalah pekerjaan dan saya malas mengurusnya.

Source : Enda N.

Thanks Enda buat Kata-kata yang menggugah dan Maaf atas Copy-paste tanpa ijin. :)

Sekitar 2 minggu ini saya sering ke taman 65. Awalnya diajak Aji buat berkenalan dengan teman2 baru sekalian bernostalgia dengan Gus Indra. Ketika sampai di rumah itu, terasa suasana yang asing dan asik (dua faktor pendorong ketertarikan dan rasa ingin tahu), karena sambutan dari Orang-Orang disana yang sangat Ramah dan bersahabat. Beberapa peserta VIA (Pepa, Connie, Madrona, Bonnie, Zat) menyambut dengan ramah. Meraka adalah Turis/Bule yang menjadi Volunteer program VIA dari USA. Meskipun dengan bahasa Inggris yang pas-pasan dan sedikit malu-malu saya mulai bisa sedikit terbiasa. HEHEHE…..

Kemudian datang sang PR yang namanya sering saya dengar sejak masih di Jogja yaitu Termana a.k.a Lengkong memberi sentuhan keakraban layaknya lebah yang tak malu-malu menghisap sari bunga melati. (peh istilah apalagi ini??) Beliau (Termana) kemudian mengajak bergabung dalam kelas bahasa Inggris yang menjadi program Taman 65.

Tanpa Pikir panjang dan basa-basi saya langsung mengiyakan. Petang hari, sekitar pukul 6.30pm kelas sudah dimulai dan sangat jauh dari yang namanya belajar bahasa inggris di kursus-kursus yang umumnya ada. Kelas ini Menggunakan Metode YPBBDMB (mau tau apa artinya? Silahkan bergabung, nanti juga tau sendiri… hehehe… Mumpung masih ada waktu sekitar 2 minggu lagi.)
Tak disangka disana saya bertemu Apol dan Dewa yang dulu waktu di Jogja kenal pas seremoni kelulusan Dublag dan kemudian ketemu di Liquid pas festival Tatoo. Weh makin asik lagi… Apalagi ditambah kenakalan Gus Indra dan spontanitas peserta dan tentor yang bikin betah belajar bahasa Inggris….

Last… Taman 65 bukan hanya itu… banyak cerita disana… Mau tau lebih banyak dan ikut dalam keasikan belajar dan berproses? Silahkan datang ketaman 65. You can find lot of fun, friends, and fresh idea there… (hasil ikut kelas di taman 65, hehehe…)

Penasaran dengan taman 65???
Buka Google, ketik taman 65, search…. Easy hah?!
Ato klik ===> taman65

Long Life Taman65….
NB: Mohon maaf kepada “tbbb” atas penggunaan gambar diatas tanpa minta ijin terlebih dahulu. maaf ya.