Pakar dari HongKong ??!!
March 31, 2008
Terlepas dari pro dan kontra UU ITE, saya cuma heran, orang yang disebut pakar telematika (gak tau siapa yang menyebut beliau begitu untuk pertama kali!!) alias Roy Suryo, tidak bisa membedakan arti/pengertian istilah Hacker [1] [2], Blogger [1] [2], dan Cracker [1] [2]. padahal di jagadmaya banyak sumber bacaan yang memaparkannya. Pakar telematika???
I really doubting it !! That just bullsh*t !!
Buat para pelaku pembobolan situs Depkominfo sudah ditunggu dengan pasal 27 (2) UU ITE yang berbunyi :
(Wah, pelakunya siap-siap nyumbang ke kas negara buat nutupin kas negara yang di korup. Hehehehe… )
Keanehan (ketidak mengertian saya sebagai orang awam nan bodoh) tentang bunyi pasal tersebut adalah informasi milik pemerintah yang karena statusnya harus dirahasiakan atau dilindungi, analisa bodoh saya menyimpulkan:
- Jika informasinya bersifat rahasia ya jangan di publish di situs, dimana publik bisa mengaksesnya.
- Jika informasinya bersifat harus dilindungi, ya pasang sekuriti yang canggih dunk. Bukanya biaya pembuatan situs pemerintah menghabiskan biaya ratusan juta?! Masa kalah ama sekuriti situs yang 10 jutaan dan desain yang lebih ciamik.
Hehehehe…. Peace Man…
Lan Ngeblog, apang tusing Belog.
Nenek Moyangku Seorang PELAUT…??
March 29, 2008
Pulang dari pasar lebih awal (jam 7 pagi) dan meninggalkan ibu yang masih berjualan. Hari ini ada undangan menghadiri pertemuan di kantor Gubernur di Renon.
Jam 9 lebih dikit nyamape sana, ngisi absen dan masuk ruangan. Wuih.. ternyata undangan yang laen pada rapi ada yang pakai safari, baju batik, dan baju resmi lainnya. Saya cuman pake baju kaos dan celana jeans. Cuek aja, lagian ini pertama kali ikut pertemuan resmi di kantor pemerintahan mewakili WALHI.

Masalah yang sedang dibahas adalah Analisis kebijakan pembentukan BAKAMLA.
Kalau pada tulisan saya sebelumnya Indonesia adalah negara agraris, pada pertemuan itu saya diberi gambaran bahwa Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan. Karena luas laut indonesia 5,9 juta km2 dan jumlah pulau 17.508 buah dengan garis pantai sepanjang 81 ribu km.Dan terletak dijalur strategis perdagangan dunia, karena 40% perdagangan laut lewat Indonesia. Dengan potensi yang begitu dahsyat, membuat laut Indonesia bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun sayang, jumlah illegal fishing masih sangat tinggi dan kerugian negara mencapai angka belasan triliun rupiah.
Yang menjadi permasalahan, dengan laut yang begitu luas dan garis pantai yang sangat panjang diperlukan pengelolaan (manajemen) laut yang terpadu dan sistematis. Pemerintah R.I memiliki beberapa instansi yang berhubungan dengan laut seperti : TNI AL, POLRI, Dep.Perhubungan(SAR), Dep.Kelautan dan Perikanan, Dep.Keuangan (Bea Cukai), dan Kementerian Lingkungan Hidup serta beberapa instasi lain. Saat ini lembaga-lembaga tersebut masih bekerja secara parsial dan sektoral, artinya koordinasi antar instansi masih kurang karena masalah aturan dan wewenang. Untuk mengtasi masalah tersebut muncul wacana pembentukan satu lembaga yang bisa menjembatani antar instansi terkait dan berfungsi khusus menangani masalah penegakan hukum, keamanan, dan keselamatan laut.
Dengan belajar dari negara lain seperti Amerika, Singapore, dan Malaysia, dimana mereka telah memiliki sistem dan perundangan yang mengatur keamanan lautnya. Padahal, luas laut mereka masih kalah jauh dengan Indonesia. (untuk saat ini, kalau nanti dapat mencaplok laut negara lain tentu akan bertambah. hehehe…). Tentunya sistem dan perundangan di negara-negara tersebut didukung oleh aparatur dan infrastruktur yang sangat memadai. Amerika serikat memiliki US Coast Guard , Malaysia memiliki Agensi Penguatkuasaan Maritim, lalu Indonesia sebagai negara maritim terbesar punya apa?? Nah, pertemuan ini membahas tentang RUU pembentukan sebuah lembaga yang langsung dibawah Presiden yang bertugas khusus menangani masalah penegakan hukum, keamanan, dan keselamatan laut. Usul awal namanya BAKAMLA, mungkin nanti bisa diganti nama yang lebih keren, merakyat, dan gagah. Fungsi dan wewenang lembaga ini (menurut draft RUU yang saya terima) sangat banyak dan luas. Secara umum meliputi pengawasan penegakan hukum, penelitian, mapping, SAR, dan komponen cadangan pertahanan negara dalam masa perang.
Tanggapan peserta pertemuan pun beragam mengenai masalah ini. Salah seorang peserta dari LSM menyoroti masalah pendanaan yang akan digunakan pembentukan lembaga baru ini akan sangat banyak dan lebih baik digunakan sebagai dana pendidikan yang masih sangat minim. Peserta dari Kelompok Nelayan dan Dep. Perhubungan agak mendukung pembentukan lembaga ini karena sudah seharusnya Indonesia meilikinya sejak dulu. Seorang peserta (sepertinya) dari Legislatif, menyoroti semakin banyak lembaga akan semakin membebani APBN (dan Rakyat tentunya) dan akan muncul peluang Korupsi baru. Semua pendapat tadi dapat ditanggapi dengan baik oleh pembicara, mengingat ini demi Negara dan Rakyat juga jawabnya.
Huah…. hem…. Ngantuk nih, blom tidur pulang dari pasar. Buat ngilangin ngantuk nanya ahh…
“Pak.” (Sambil mengankat tangan, kalo ngankat kaki ntar dibilang gak sopan, hihihi…) “Yang yang dipojok!” jawab moderator. Karena agak grogi alias nervous saya berbicara terbata-bata.
Intinya saya menanyakan, sebagai lembaga yang nantinya miliki fungsi dan tugas yang sangat strategis, serta daerah operasinya di lautan, siapa yang akan mengawasi pelaksanaan tugasnya? Didarat saja yang begitu banyak wartawan korupsi masih merajalela. Apalagi dilautan dimana petugasnya bersenjata, memiliki wewenang luas, dan jauh dari media. Pembicara menjawab, “Yak, itu pertanyaan yang menarik dan masih kami pikirkan bagaimana solusinya, mungkin mas’nya ada masukan??”. (Wah, belom kepikiran sampai sana pak.Bapak aja yang merancang belum tahu apalagi saya yang baru membaca draft-nya hari ini, jawabku dalam hati). Ternyata itu pertanyaan terakhir dan pertemuanpun ditutup. Kirain sampe siang, biar dapet makan siang gratis ternyata gak dapet. kasihaan dech gue.
Trus balik kekantor jam 12.00.
Sampai di kantor, biasalah rutinitas dunia maya (B,C,M) sambil makan mie goreng karena laper gak dapet makan siang di kantor Gubernur. kasihaan dech gue.
Baca juga BAKAMLA.
Apa ada dengan Beras??
March 29, 2008
Ternyata produksi gabah Indonesia musim panen Maret-April ini mengalami surplus. Dan ada kemungkinan ekspor beras. Harga beras global juga mengalami kenaikan karena pengurangan jumlah ekspor dari beberapa negara.
Mengenai harga gabah, tampaknya campur tangan pemerintah masih sangat dibutuhkan petani. Karena di beberapa daerah harga gabah anjlok sedangkan beberapa daerah cukup baik mencapai Rp.2500/Kg.
Semoga harga beras tetap stabil dengan mutu yang baik pula. Dan kesejahteraan petani bisa meningkat mengikuti laju inflasi. Amien
Apa ada dengan petani??
March 27, 2008
Apa ada dengan petani??
Saya masih ingat pelajaran yang dulu saya terima di SD(sekolah Dasar) bahwa indonesia adalah negara agraris karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
saya juga masih ingat pada jaman pemerintahan Soeharto indonesia (katanya) sudah mencapai swasembada beras. Dimana pengertian umum swasembada beras yang saya pakai disini yaitu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan beras nasional. Mengingat beras telah digeneralisasi menjadi makanan pokok nasional.
Sendangkan dalam pelajaran ekonomi (IPS) saya masih ingat kebutuhan pokok manusia ada tiga yaitu: pangan, sandang, papan. (makanan, pakaian, rumah). Hal ini sedikit membingukan saya, karena pangan indonesia diidentikan dengan beras. Sehingga menurut Paskah Suzetta, konsumsi beras merupakan ukuran tingkat kemiskinan.
Saya tertarik menulis masalah ini setelah membaca berita di Jawa Pos tentang Krisis Pangan tanggal 27 maret 2008. Dimana ASEAN diindikasikan teracam krisis pangan. Menilik Thailand, Kamboja, dan Indonesia. Untuk indonesia produksi beras menurun karena banyaknya daerah yang gagal panen akibat berbagai bencana, khususnya banjir.
Dilain sisi, harga gabah untuk musim panen Maret-April mengalami penurunan. Sekitar 40% lebih rendah dari patokan pemerintah. Padahal seingat saya, dalam pelajaran ekonomi (IPS), ketika permintaan lebih tinggi dari penawaran maka harga akan naik. Setelah saya pikir-pikir lagi sambil garuk-garuk ternyata hal itu benar. Harga Beras memang naik, karena pangan disini adalah beras bukan gabah. Tapi kemudian saya kembali bertanya,(tentunya sambil garuk-garuk)bukankah bahan baku beras masih gabah??!! Seharusnya harga gabah ikut naik dan petani menikmati hasil lebih dari mekanisme pasar yang timbul. Namun yang terjadi sebaliknya.
Mengapa hal itu bisa terjadi??
Menurut saya hal ini merupakan kegagalan sistem yang selama ini berjalan. Seperti, tingginya harga pupuk (pada musim panen biasanya pupuk langka sehingga harganya mahal) dan yang memperparah adalah ketergantungan petani yang sangat tinggi kepada pupuk kimia.
Minimnya modal kerja petani, untuk mulai menanam biasanya dimodali dari pinjaman yang menambah onkos produksi dengan bunga pinjaman yang harus dibayar berdasarkan jangka waktu. Sehingga pada musim panen petani harus cepat-cepat menjual hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan dan melunasi pinjaman.
Hal-hal diatas menjadikan biaya produksi menjadi tinggi dan tidak kompetiif serta membuat posisi tawar petani sangat lemah dalam mekanisme tersebut.
Truss bagaimana??
Untuk itu memerlukan beberapa tindakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat tani melalui pengorganisasian rakyat merupakan salah satu kunci penting untuk mulai mengatasinya.
Lah, Pengorganisasian rakyat itu apa??
Pengorganisasian Rakyat 1.
Pengorganisasian Rakyat 2.
Pengorganisasian Rakyat 3.
Nah itu dulu ya. Semoga bisa bermanfaat.
Otak kita Diatas Rata-Rata
March 27, 2008
Masyarakat kita masih sulit menjadikan membaca sebagai sebuah budaya. Kita bisa lihat dari jumlah perpustakaan, pengunjungnya, buku yang terbit tiap bulan dan masih banyak indikator lain yang bisa dijadikan alat ukur.
Padahal orang indonesia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Gak percaya??
Mari kita buktikan!!
Jiak Kalain Bias Mebaacaa tulsain dibwah ini, iut meerpakan bkuti nytayna.
Atruan Hruuf Dlaam Ktaa Tiadk Penitng
Wlauaupn sdauuh bsabnag, bariin sjaa…
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, atruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng.
Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernaatakan, teatpi ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?
Skearang klaau pkaai bhasa Ignrgis:
“I cdnoult blveiee that I cloud aulaclty uesdnatnrd what I was rdgnieg: THE PAOMNNEHAL PWEOR OF THE HMUAN MIND. Aoccdrnig to a rscheearch at Cmabridge Uinervtisy, it doesn’t mttaer in what oredr the ltteers in a word are, the only iprmoatnt thnig is that the frist and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can stlil raed it wouthit a porbelm. This is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a whloe. Amzanig huh?”
Nah, Bisa kan?! Berarti kalian memiliki kecerdasan diatas rata-rata yang belum dimanfaatkan dengan baik. So… mari kita manfaatkan dengan Rajin membaca. Bisa membaca apa aja, dari yang paling sederhana seperti koran, majalah, buku, samapi yang tersulit yaitu membaca pikiran. hihihi..
Mari MEMBACA !!!
Dair bebragi Submer.

